Disseminasi Teknologi Informasi Pertanian – Lampung [PART I]

IPB melalui tim riset nya (dosen-dosen yang ahli di bidangnya bekerja sama dengan mahasiswa, dalam hal ini adalah bidang teknologi informasi untuk bidang pertanian) telah menghasilkan riset berupa sistem untuk mendukung kegiatan pertanian khususnya mengenai agribisnis cabai. Sistem ini merupakan sistem konsultasi untuk kegiatan agribisnis cabai. Sistem yang dikembangkan terdiri dari tiga model, yaitu sistem konsultasi yang berbasis online (berbasis web), sistem yang berbasis handphone dengan koneksi internet (wap), dan sistem yang berbasis telepon pintar berteknologi android yang saat ini beredar luas di masyarakat. Pengguna di daerah yang memiliki jaringan internet (sinyal) yang bagus bisa menggunakan sistem yang berbasis web dan wap, sedangkan pengguna di daerah yang koneksi internetnya agak sulit (blank spot) bisa menggunakan sistem yang berbasis Android. Sistem berbasis android ini juga menjadi solusi portabel yang bisa dibawa kemana pun pengguna melakukan aktivitas tanpa harus terkoneksi internet asalkan sistem ini sudah terinstal di dalam telepon pintar miliknya.

Kegiatan disseminasi Teknologi Informasi Pertanian dilaksanakan di Kecamatan Balik Bukit, Liwa, Lampung Barat. Luas lahan yang dimiliki petani rata-rata diatas 0.75 ha, bahkan ada beberapa petani yang telah memiliki anak buah dalam pengelolaan kegiatan pertanian. Liwa (Lampung Barat) sebagai salah satu wilayah wilayah Indonesia yang memiliki lahan pertanian yang bertopografi dataran tingg yang luas dan subur sehingga sangat cocok untuk beberapa komoditas penting pertanian. Salah satu contoh komoditi tersebut adalah cabai merah. Hampir 80% masyarakat di Liwa berprofesi sebagai petani. Apabila daerah yang subur dengan mayoritas masyarakatnya adalah petani tersebut dibina dan ada kerjasama dengan pihak akademisi dalam rangka menerapkan hasil penelitian di bidang pertanian nya berbasis teknologi, tentulah akan meningkatkan produktivitas petaninya.  Oleh karena itu IPB melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) berusaha untuk menjembatani usaha peningkatan produktivitas pertanian tersebut melalui kegiatan Disseminasi Teknologi Informasi Bidang Pertanian.  Continue reading

Sharing local knowledge: ICT Update issue

Researchers now use ICTs to gather information more effectively from the field. ICTs also give them the possibility to help share knowledge in local communities.

Agricultural researchers are getting to the point where the advantages of using paper are no longer outweighed by the disadvantages of using advanced technology in a rural setting. The logistics of printing and distributing questionnaires, for example, can be time and resource intensive. On top of this ICTs give them the opportunity to engage in innovative ways with local communities and help share their knowledge.

Sander Muilerman

Source:

http://www.e-agriculture.org/content/sharing-local-knowledge-ict-update-issue

Top Ten Content of The Year on e-Agriculture

1. MOBILE TELEPHONYMobile phones are the success story of bridging the rural digital divide, bringing tangible economic benefits and acting as agents of social mobilization through improved communication.
2. E-AGRICULTURE

Learning about the Community, its purpose and how it functions. Our Mission is to serve as a catalyst for institutions and individuals in agriculture and rural development to share knowledge, learn from others, and improve decision making about the vital role of ICTs to empower rural communities.
3. AGRICULTURAL VALUE CHAINS

ICTs play an important role in agricultural value chains, with different types of ICT having different strengths and weaknesses when applied to particular interventions. Continue reading

The Proceedings of the 8th AFITA

The Proceedings of the 8th Asian Conference for Information Technology in Agriculture and World Conference on Computer in Agriculture is now available on-line. Its held in Tianmu Convention Center, Taipei City, Taiwan, September 3-6, 2012. You all can see The Proceedings by visiting Official sites of AFITA here:

http://www.afita.org/view.php?id=20130128110103_259561.

Let’s improve knowledge in Agriculture based on Technology.. :-)

Kiat Menjadi Petani Sukses

“Jangan anggap remeh ketela.” Pesan itu disampakan petani ketela yang sekarang ini sedang menikmati hasil panen dan harga lumayan bagus. Tanaman ketela (ubi kayu) relatif mudah dalam proses budidaya, dan menjanjikan hasil yang besar. Lahan yang dipilih pun rata-rata tadah hujan.

ketela

Seperti yang dikemukakan Jaka Mardiana, petani ketela pohon asal Desa Sengon Bugel, Kecamatan Mayong, Jepara. Dalam setahun, dia bisa meraup hasil bersih ratusan juta rupiah dari lahan ketela pohonnya. Tak mau tanggung-tanggung dalam menekuni bisnis pertanian, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Rukun Mulyo” Desa Sengon Bugel itu, menggarap lahan mencapai ratusan ha.

Pria yang tiga tahun lalu memilih pensiun dini —saat menjabat manajer cabang sebuah bank nasional di Jatim– memiliki lahan bersama keluarganya 80 ha. Sepuluh hektar untuk menanam rambutan, sisanya secara bergantian untuk menanam ketela dan tebu. Continue reading